Rakorbid Advokasi & Seminar Pendidikan IPM Jawa Tengah

Wonosobo – Advokasi Pelajar merupakan gerakan pelajar, kesadaran pelajar untuk menjaring aspirasi dan pembelaan hak-hak pelajar menuju pelajar Indonesia yang benar-benar berkemajuan. Maju dalam pemikiran, maju dalam perbuatan serta peka terhadap kondisi kekinian yang dihadapi oleh pelajar.

Keberadaan bidang advokasi di tubuh Ikatan Pelajar Muhammadiyah harusnya mampu memberikan angin segar dalam mengawal isu pelajar terkini. Baik dalam tataran sekolah, keluarga, hingga pembelaan hak-hak pelajar dalam segala aktifitasnya.

Menyoroti dinamika pendidikan di Indonesia, dari tahun ke tahun kita dibuat tercengang dengan pemerintah di Indonesia, terkhusus Kemendiknas yang seolah setiap periodenya selalu berlomba-lomba menciptakan kurikulum. Terakhir kurikulum 2013 yang dicetuskan Kemendiknas di bawah komando Muhammad Nuh.

Seperti diketahui bersama, banyak pihak yang menyatakan bahwa kurikulum ini belum siap. Belum siap dalam banyak hal. Pemerintah baru sebatas menciptakan kurikulum, tanpa dibarengi instrumen yang jelas untuk penerapan kurikulum tersebut.

Bidang Advokasi PW IPM Jateng, sebagai bagian dari pelajar Muhammadiyah dan pelajar Indonesia jelas sangat mendukung tujuan besar kurikulum tersebut “Membentuk pelajar berkarakter” yang dapat diharmonisasikan dengan tagline Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode ini: “Pelajar Berkemajuan”.

Dalam kaitannya dengan itu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah, terkhusus bidang advokasi menyelenggarakan Rakorbid Advokasi se-Jawa Tengah sekaligus Seminar Pendidikan yang menghadirkan pakar nasional. Acara ini diselenggarakan di komplek SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo tanggal 29-31 Desember 2013.

Acara yang diikuti PD IPM dari berbagai daerah di Jawa Tengah ini membawa tema “Pendidikan Indonesia, antara Ideal dan Pragmatis”. Tujuannya, untuk menyamakan garis pergerakan terkhusus bidang Advokasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah dalam mengawal isu pelajar.

Hadir dalam seminar pendidikan ini; Retno Listyarti, S.Pd., M.Si. (Forum Silaturahim Guru Indonesia), Amin Nurita FA S.T., M.T. (PW Nasyiatul A’isyiyah Jawa Tengah), Drs. Sutopo Raharjo, M.Pd. (Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah) dan bapak Drs. Yazid Jamil, M.Pd. (Dikdasmen Muhammadiyah Wonosobo).

Dalam sambutan pembukaan, bapak Sholeh Yahya selaku Ketua PDM Wonosobo menyampaikan bahwa pelajar jangan sampai salah dalam memaknai kata Advokasi. Advokasi adalah pembelaan untuk hal-hal yang sifatnya benar, yang memang pantas untuk dibela, bukan untuk membela yang salah.

Selain itu dalam sambutannya, beliau juga menekankan betapa pentingnya kader IPM untuk bisa berfikiran maju. Kader IPM tidak cukup lagi dengan hanya berjalan, kader IPM harus mau dan mampu berlari sekaligus menjadi bintang di tempat dimana ia belajar. (alf)

Facebook Comments